Kata-kata yang Mulai Hilang dalam Keseharian

1230 views

Dalam aktifitas sehari-hari, kita tidak akan lepas dari berbicara. Berbicara merupakan sebuah cara berkomunikasi yang sangatlah penting dalam keseharian. Dari kata kemudian menjadi kalimat dan kalimat tersebutlah yang kita gunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui mulut. Apapun aktifitas yang dilakukan, tetap saja kita tidak akan bisa lepas dari berbicara. Berdasarkan artikel yang saya baca, perempuan mengucapkan 13.000/13ribu kata lebih banyak dari laki-laki. Perempuan bisa mengucapkan sekitar 20.000/20ribu kata per hari, sedangakan laki-laki sekitar 7.000/7ribu kata per hari. Hal tersebut terjadi karena adanya protein bernama Foxp2 yang jumlahnya lebih banyak pada otak perempuan. Jadi bisa disimpulkan bahwa perempuan lebih cerewet dari laki-laki.

ladies404
Seiring bertambah tahun dan semakin berubah jaman, ternyata ada beberapa kata yang mulai jarang kita dengar atau temui bahkan jarang kita ucapkan dalam keseharian. Entah kenapa kata tersebut mulai jarang di gunakan lagi, padahal kata tersebut juga memilik arti atau maksut yang sangat penting. Entah, apa karena masuknya pengaruh globalisasi, atau karena gengsi yang semakin meledak antara masing-masing individu, atau karena hal lain yang berkaitan dengan hal pribadi? Intinya alasan-alasan tersebut menyebabkan mulai hilangnya beberapa kata berikut:

Permisi

Permisi adalah sebuah kata sederhana, singkat dan universal yang melekat pada kehidupan sehari-hari. Mengucapkan permisi bukanlah hal yang sulit, tapi memiliki maksut yang sangat santun jika diucapkan. Jika kita mengucapkannya maka itu pertanda bahwa kita sudah menjungjung tinggi nilai sopan santun dan tata karma atar sesama manusia. Jadi tidak ada salahnya jika kita mengucapkan permisi kepada setiap orang tanpa memandang kelas sosial dan kenal atau tidak kenal. Toh sebenarnya kita sudah diajarkan untuk mengucapkan hal ini sejak kecil dalam lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar.

Pada saat apa saja permisi seharusnya di ucapkan?
1. Mengucapkan permisi pada saat kita sedang berjalan dan melewati orang-orang di sekitar yang sedang duduk atau bersantai. Hal tersebut secara tidak langsung memberi pesan kalau kita datang dengan tujuan yang baik.
2. Mengucapkan permisi saat memijam barang atau saat meminta tolong untuk diambilkan sesuatu. Contoh : “Permisi, boleh pinjem tank atau obeng?” dan “Permisi, bisa tolongin saya dorongin kapal pesiar ga?”
3. Pada saat akan bertamu ke tempat orang lain, entah bertamu ke rumah, kantor, bahkan ruang rektor tidak ada halangan bagi kita untuk mengucap permisi terlebih dulu. Hendaknya kita mengucap permisi sebelum masuk kedalam tempat atau sebelum orang tersebut mempersilahkan kita masuk.

Kata permisi sebaiknya di ucapkan untuk memberikan kesan bahwa kita datang dengan tujuan yang baik. Kita tidak akan di buat melarat dengan mengucapkan permisi, jadi mari kita mulai mengucapkannya dari sekarang,

Selamat

Selamat yang dimaksutkan bukanlah selamat dalam arti terbebas dari bahaya atau bencana, tapi selamat yang dimaksutkan mengandung arti mengucapkan sesuatu dengan maksut menyapa atau memberi penghargaan melalui ucapan. Kenapa kata selamat mulai jarang diucapkan? Kita mulai jarang mengucapkan kata selamat karena mulai munculnya sikap acuh kepada sekitar.

Selamat pagi, siang, malam

Semakin dewasa kita malah semakin jarang menyebutkan kata yang sering kita ucapkan pada saat TK hingga SMA saat guru mulai masuk kekelas. Bahkan saat kuliah kata-kata ini mulai hilang dan hanya sering kita katakan pada gebetan atau pacar saja. Saat sudah mulai kerja, terkadang kita hanya menyebutkannya kata selamat pagi ketika berpapasan dengan ‘Bos’, terkadang kita hanya menyapa dengan “Pak!” (sambil tersenyum dan sedikit menunduk). Apa kita harus kembali ke TK atau SD dimana kita benar-benar diajarkan untuk mengucapkan hal tersebut? Saya rasa tidak, kita hanya cukup menggunakan kata-kata tersebut kembali pada keseharian kita, mungkin kita bisa mulai mengucapkannya kepada orang-orang terdekat kita. Kemudian kita bisa mencoba kepada orang-orang yang kita kenal. Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa mengucapkan selamat pagi dapat menambah semangat untuk memulai hari.

Ketika seseorang berhasil mendapatkan juara atau berhasil mencapai sebuah kesuksesan, yang mereka ingin dapatkan setelah itu adalah ucapan selamat dari orang-orang sekitarnya. Bisa di bayangkan ketika mereka berhasil tetapi tidak ada yang memandang keberhasilannya. Biasanya mereka yang tidak mengucapkan karena didasari rasa iri hati atas keberhasilan orang lain. Apakah itu artinya makin banyak orang yang memiliki sifat iri hati terhadap keberhasilan seseorang? Penyebab lainnya adalah cuek, karena hal tersebut sudah biasa terjadi, maka kita menganggap ‘biasa saja’, sehingga kita berpikir ‘tidak perlu memberi ucapan’.

Selamat ulang tahun dan hari raya atau penting

Selain hadiah, apa yang sangat ditunggu-tunggu pada saat kita ulang tahun? Tentusaja jawabannya adalah ucapan selamat ulang tahun dari orang-orang di sekitar kita. Bisa di bayangkan bila berulang tahun tetapi tidak ada yang memberi ucapan. Akhir-akhir ini ucapan ini sudah jarang terdengar, hal tersebut bisa dilihat dari semakin sedikitnya ucapan yang di dapat dari tahun ke tahun yang semakin tua. Kepedulian dan kesadaran kita untuk mengucapkan selamat pada saat hari raya atau hari penting juga sudah mulai berkurang.

Selamat Datang

Kita bisa mengucapkan selamat datang kepada tamu yang datang ke rumah atau tempat kita. Patung dan keset aja bisa bilang selamat datang, jangan biarkan diri anda di kalahkan oleh patung dan keset. Ucapan selamat datang secara tidak langsung juga mengatakan bahwa kita senang atas kehadiran tamu tersebut.
Hati-hati

Begitulah biasanya percakapan itu terjadi, tapi tak jarang juga kita hanya mengucapkan ‘Yoik’, tanpa mengatakan hati-hati. Padahal secara tidak langsung kita mendoakan orang tersebut agar selamat dijalan dan mengingatkan mereka untuk berhatihati di jalan.
Mulai jarang di jaman sekarang yang mengucapkan kata kata ini. Fungsi kata hati-hati ini juga sangat penting, sekiranya mari kita semua memulai untuk saling mengatakan hati-hati ketika akan berpisah, walaupun perpisahan itu hanya sementara saja.

Tolong

Setiap orang tahu, kalau kita adalah makhluk sosial, makhluk yang tak mungkin mampu hidup sendiri tanpa orang lain. So. kata “Tolong” adalah kata yang ’sangat wajar diucapkan’. “Tolong” membuat kita menyadari keterbatasan-keterbatasan yang ada dalam diri kita. “Tolong” membuat kita ‘lebih mampu’ menerima diri kita sendiri secara apa adanya. “Tolong” membuat kita lebih mampu untuk melihat secara jernih apa yang bisa dan apa yang tidak bisa kita lakukan dan dalam proses lebih lanjut hal ini dapat membantu kita untuk menerima setiap kekurangan yang ada dalam diri kita

Sebagian orang merasa ‘malu’ untuk berkata “tolong” kenapa ? karena secara tidak sadar kita memang ‘terdidik’ untuk menjadi ‘mandiri’. Mandiri bukan berarti kita tidak membutuhkan orang lain, mandiri bukan berarti menjadi egois dan tidak pernah melibatkan orang lain. Mandiri adalah sebuah proses penemuan jati diri – dan kata “Tolong” akan sangat dibutuhkan untuk menuju kemandirian. Jika tidak – anda akan tersesat kepada keegoisan semata.

Jangan ragu-ragu untuk meminta tolong kepada seseorang. Hargailah orang lain dengan meminta ‘tolong’ kepada dia. Jangan malu untuk meminta tolong kepada orang lain.

Maaf

Salah satu contoh kata yang mulai jarang kita ucapkan adalah kata maaf. Apalah guna dari sebuah kata maaf jika kita tidak mengucapkanya? Maaf biasa kita ucapkan setelah terjadinya konflik dimana kita merasa bersalah dalam konflik tersebut, atau dimana kita merasa mengalah sebagai wujud menuju penyelesaian konflik tersebut. Kata maaf adalah sebuah jalan yang bisa membawa kita kepada sebuah penyelesaian atas sebuah masalah. Kata maaf menjadi salah satu 4 huruf yang membentuk satu kata yang sangat berarti. Lalu mengapa kita sulit untuk mengucapkannya? Apakah 4 huruf tersebut bisa membuat kita terbunuh? Apa kata maaf hanya akan lebih baik bila digunakan pada saat menjelang hari raya Idul Fitri?

Terkadang memang sulit mengatakan sebuah kata maaf yang bisa dikatakan memiliki nilai mulia dan luhur. Dibutuhkan sebuah keberanian yang besar dan sebuah kesungguhan untuk mengucapkan kata maaf. Tetapi dengan kata maaf kita bisa menunjukkan kepada orang lain bahwa kita benar-benar mengakui kesalahan yang kita lakukan. Jangan pernah takut mengucapkan maaf, bila memang tidak diterima setidaknya kita sudah mencoba mengatakannya. Perlu diketahui bahwa dengan meminta maaf itu tandanya kita sudah berani mengakui kesalahan yang kita lakukan dan memaafkan adalah tidakan yang sangatlah mulia, mereka yang tidak memaafkan itu adalah orang sombong. Mari kita pahami kalimat tersebut, dengan begitu kita akan mengerti makna dari sebuah ucapan maaf.

Masalah utama sulitnya menyebutkan kata maaf adalah gengsi! Gengsi biasanya muncul karena adanya perbedaan status sosial. Kebanyakan seorang bos memiliki kesulitan yang besar untuk mengucapkan maaf kepada bawahannya. Hal tersebut juga terjadi pada si kaya kepada si miskin begitu juga para pemimpin bangsa kepada para rakyatnya. Perlu diketahui, kata maaf merupakan hal wajib yang harus kita katakan jika kita bersalah, dan memaafkan juga hal yang wajib dilakukan bila orang lain meminta maaf kepada kita.

"Meminta maaflah sebelum anda tidak dimaafkan dan memaafkan lah sebelum anda tidak dimaafkan"

Terima Kasih

Terima kasih biasanya kita ungkapkan setelah mendapatkan bantuan dari orang lain. Ucapan tersebut secara tidak langsung berarti memberikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan oleh orang lain. Bantuan tersebut biasanya berupa ide, tenaga, materi, nasihat baik, bahkan kritik pedas sekalipun. Ucapan terima kasih merupakan sesuatu yang indah. Tanpa disadari, kita yang mengucapkannya merasa terbantu dan kepada orang yang kita ucapkan merasa usahanya di hargai, sehingga apa yang dilakukan terasa tidak sia-sia.

Mari kita mulai membudayakan kembali mengucapkan kata yang melegenda ini bahkan kepada hal sekecil apapun. Salah satu contoh yaitu saat kita membeli barang dari sebuah toko, setelah membayar tidak ada salahnya kita mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang diberikan oleh penjaga toko. Pada saat kita turun dari angkutan umum, tidak ada salahnya juga kita untuk mengucapkan terima kasih pada supir, karena tanpanya kita tidak akan bisa selamat sampai tujuan atau sampai tujuan tepat waktu. Ucapkan terimakasih tanpa memandang nilai dan bentuk bantuan yang diberikan.
1 hal lagi, jangan pernah lupa mengucapkan terima kasih atas semua yang telah di berikan-Nya kepada kita.

“Ucapkan terima kasih atas kehidupan yang diberikan hingga sekarang.
Ucapkan terima kasih atas udara yang kita hirup.
Ucapkan terima kasih atas minuman dan makanan yang kita konsumsi.
Ucapkan terima kasih atas perkerjaan yang kita kerjakan.
Ucapkan terima kasih atas pasangan yang diberikan.
Ucapkan terima kasih atas sahabat dan orang-orang yang setia di sekitar kita.
Ucapkan terima kasih atas orang tua yang sangat menyayangi kita.
Ucapkan terima kasih atas semua yang diberikan Tuhan didalam hidup ini.”

Sama-sama

Hal kecil yang diucapkan setelah orang mengucapkan terima kasih kepada kita. Bila kita mengucapkannya setelah orang mengucapkan terima kasih, maka secara tidak langsung kita menyatakan bahwa kita senang bisa membantunya. Biasa kata sama-sama ini juga diucapkan dengan ucapan “terima kasih kembali”. Dengan menyebutkan kata sama-sama bisa mempererat hubungan atar umat manusia juga. Orang menjadi tidak segan meminta bantuan kepada kita atau kita menjadi tidak sulit meminta bantuan kepada orang lain. Yuk kita mulai mengucapkan sama-sama setelah orang mengucapkan terima kasih. Meski terkesan sepele, tapi tidak ada salahnya untuk kita mencoba mengucapkannya.

“Jangan sampai hanya karena melupakan hal kecil, berubah menjadi petaka untuk kita.”


loading...

Tags:
Wanwan Max
Hanyalah orang biasa (bukan luar biasa), pendiam (tapi banyak omong), suka hal-hal yang menarik (ya iya lah, kalo gak menarik gak mungkin suka dong...), dan asik juga kalo diajak ngobrol (kalo udah kenal sih....) apalagi diajak makan-makan bareng... Hehehe... (tapi dibayarin)