Serba-serbi Sukabumi: Kisah Sejarah, Petualangan, dan Kopi

Ada banyak risiko yang harus diterima saat memutuskan “hidup” di kota besar. Paling umum, Anda harus benar-benar  berkompromi dengan sepaket hiruk pikuk kebisingan, serta rutinitas padat. Tidak jarang, “gempuran” ini bisa menyebabkan siapa pun mengalami stres dan depresi, tidak terkecuali, Anda.

sukabumi

(sumber : sukabumiekspres.com)

Salah satu cara yang bisa dicoba, adalah liburan singkat. Nah, dalam kasus ini--Anda bisa mencoba jenis liburan yang bernuansa alam, atau setidaknya memungkinkan diri menghirup udara segar. Adapun Sukabumi, dapat menjadi salah satu destinasi yang bisa Anda kunjungi.

Selain alam yang indah, Sukabumi juga dilengkapi dengan beragam jenis kuliner yang memanja lapis lidah. Entah menikmati secangkir minuman hangat di jalan-jalan Sukabumi, atau justru membiarkan adrenalin terpacu dengan arung jeram dan berselancar di bibir pantai--semua pilihan bisa Anda coba. Bebas.

Nama Kota Sukabumi sendiri berasal dari bahasa Sunda, yakni soeka dan boemen. Secara etimologis, perpaduan keduanya bisa diartikan sebagai “kawasan yang disukai untuk menetap”.

Kisah Soeka dan Boemen

Di Sukabumi, setiap pengunjung akan disambut dengan pemandangan serba hijau dari perkebunan teh dan kopi yang membentang luas, pun udara sejuk dan bersih khas dataran tinggi. Dari lanskap yang indah tersebut, tidak heran jika penamaan Kota Sukabumi memang berasal dari pengalaman terkait lokasi favorit dan nyaman untuk menetap.

Selain tempat peristirahatan, sejarah mencatat Sukabumi sebagai lokasi yang memang diperuntukkan sebagai daerah perkebunan. Salah satunya, kopi. Maklum saja, di masa kolonialisme--dalam hal ini pemerintahan VOC, komoditas kopi menjadi salah satu primadona.

Pada 1709, misalnya. Gubernur Van Riebek pernah mengadakan inspeksi ke kebun kopi di Cibalagung (Bogor), Cianjur, Jogjogan, Pondok Kopo, dan Gunung Guruh Sukabumi. Beberapa tahun berselang, yakni 1786, VOC lantas membangun jalan setapak untuk memudahkan mobilitas hasil perkebunan. Jalan ini dapat dilalui kuda dengan rute Batavia - Bogor - Sukabumi - Cianjur - Bandung.

Menguji Adrenalin di Sukabumi

Selain perkebunan, para wisatawan juga diberi kesempatan untuk menguji adrenalin lewat wisata arung jeram di Sungai Citarik. Letaknya, ada di Taman Nasional Gunung Halimun, Cikadang, Sukabumi. Adapun sungai ini terbilang cocok, lantaran debit air yang cukup banyak, kondisi yang bersih, dan relatif stabil di sepanjang tahun.

Sudah puas menikmati alam dataran tinggi, Anda bisa menjajal hangat pasir pesisir selatan Sukabumi. Beberapa aktivitas yang layak dicoba, yakni berselancar hingga sekadar bersantai di pinggir pantai.

Merencanakan short escape ke Sukabumi pasti akan sangat menyenangkan. Apalagi bagi masyarakat perkotaan seperti Jakarta. Nah, agar bisa puas lebih lama, ada baiknya Anda mempertimbangkan kebutuhan menginap di sana. Memang, terdapat banyak penginapan yang siap menampung wisatawan kapanpun, namun booking dari jauh hari tentu akan lebih baik.

Agar lebih mudah, Anda bisa melakukan pemesanan kamar hotel lewat layanan akomodasi dalam jaringan Airy Rooms. Layanan akomodasi dalam jaringan terbesar dan tepercaya menawarkan pengalaman pemesanan kamar hotel terbaik dengan harga yang terjangkau.

airyrooms

Pesan kamar hotel murah di Sukabumi dapat Anda lakukan melalui aplikasi Airy Apps, atau melalui website resmi www.airyrooms.com. Sementara, pembayaran dapat Anda lakukan di saat itu juga melalui transfer bank atau kartu kredit. Tidak perlu khawatir mendapat kamar hotel yang buruk, sebab di Airy Rooms, fasilitas kamar hotel sudah terstandarisasi. Anda akan mendapatkan kamar hotel dengan harga murah yang sudah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung seperti AC, kebutuhan mandi dan air hangat, air minum gratis, WiFi, TV layar datar, dan tempat tidur bersih.


loading...

Yoga Saputra

Aku biasa aja sih, hanya anak orang biasa yang suka sama hal-hal yang luar biasa !