10 Fakta Mencengangkan Soal Lesbi yang Tidak Kamu Tahu!

Ayo! Bagikan artikel ini ke Facebook atau Twitter, biarkan teman-temanmu tahu...

lesbi

Kamu mungkin sering mendengar istilah “lesbian” atau LGBT. Tapi, apakah kamu tahu dari mana sitilah tersebut berasal, mulai kapan kata tersebut dipergunakan untuk merujuk pada hubungan sesama jenis, dan hal lain yang berkenaan dengan kata “lesbian”? Jika tidak, simak dulu 10 fakta mencengangkan soal lesbian yang mungkin kamu belum tahu selama ini:

Lesbia dari Pulau Lesbos

Lesbi merupakan satu istilah yang biasa digunakan untuk merujuk pada kalangan perempuan yang mencintai sesamanya. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa kata tersebut berasal dari sebuah pulau yang bernama Lesbos. Pulai ini berada di tengah lautan Egeis pada zaman kuno dan hanya dihuni oleh kaum perempuan. Siapa pun yang lahir di pulau ini akan mendapatkan nama belakang Lesbia.

Penyair Shappo

Pulau Lesbos merupakan tempat kelahiran penyair Shappo, yakni penyair perempuan yang senang membuat puisis cinta untuk sesama perempuan. Puisi yang ditulisnya sekitar 2600 tahun yang lalu kemudian ditemukan pada tahun 2004, lalu diluncurkan di Inggris pada tahun 2005. Syair yang ditulisnya merupakan curahan hati Shappo bagi kawan-kawan perempuannya di pulau tempat ia lahir. Kalangan agamawan di gereja kemudian melarang tulisan Shappo untuk dibaca karena dianggap berisi segala hal yang berisi erotisme perempuan dan cenderung mengajak persepsi perempuan untuk menjadi lesbian.

Zaman Nabi Luth

Lesbian pertama kali muncul yaitu pada zaman Nabi Luth di negeri Sadam dan Gomorah. Sadam mengalami kehancuran moral akibat banyaknya kaum perempuan yang lebih senang berhubungan dengan sesamanya dibandingkan dengan laki-laki.

Larangan Lesbian di Eropa

Berbeda dengan sekarang, pada zaman dulu Eropa sangat melarang kaum lesbian muncul dalam dunia sosial. Bahkan hal tersebut dianggap sebagai kriminalitas dan akan dikenai hukum dengan dasar pembenaran yang berasal dari teks Injil. Oleh sebab itu, kaum perempuan yang ketahuan memiliki hubungan sesama jenis akan langsung dihukum mati oleh keluarga atau masyarakat sekitarnya. Hal ini banyak terjadi di Belanda sekitar tahun 1730-an.

Gay Muda Amsterdam

Semenjak ada hukum bahwa lesbian atau gay dianggap sebagai sesuatu yang kriminal, banyak orang yang menjadi korban kekerasan sehingga pada tahun 1960-an, kaum lesbian di seluruh Eropa menuntut persamaan hak dengan warga negara lain tanpa harus membedakan orientasi seksualnya. Lantas pada tahun 1970, kelompok Gay Muda Amsterdam kemudian melakukan aksi peringatan nasional untuk mereka yang telah meninggal akibat kekerasan hukum yang berlaku pada kaum lesbian dan gay.

7152 Grup

Pada tahun 1979, tercetuslah ide dari anggota sebuah organisasi lesbian pertama di Amsterdam (Center for Cuture and Recreation) untuk mendirikan sebuah monument peringatan bagi kaum homoseksual. Ide tersebut kemudian memperoleh dukungan dari kelompok lain yang terkumpul dalam 7152 grup lesbian dan gay.

Produk Sejarah

Bagi John D’Emilio (ahli sejarah terkemuka), lesbian bukanlah sifat genetik yang dibawa sejak lahir. Lesbian merupakan peroduk sejarah yang muncul karena adanya kapitalisme di abad ke-17 dan 18 sehingga orang-orang muda berpindah dari desa ke kota dan mengakibatkan kebutuhan akan kasih sayang yang tadinya hanya bersifat privat dalam ruang lingkup keluarga, berubah menjadi masalah dunia kerja publik.

Istilah “Femme”

Femme merupakan istilah yang pada awalnya digunakan untuk merujuk pada komunitas transgender. Kata ini berasal dari Bahasa Perancis yang berarti “as a women”. Namun, banyak orang yang kemudian mengganti istilah tersbeut menjadi female sehingga sekarang, istilah “femme” digunakan bagi perempuan yang menjalani sosok perempuan feminin dalam kehidupan lesbian.

femme

Lines dan Lesbiola

Meskipun saat ini lesbian sudah tidak dipandang sebelah mata oleh banyak kalangan, namun masih banyak juga kalangan yang secara tradisional menolah kehadiran lesbian sehingga kaum lesbian ini menggunakan kata “lines” dan “lesbiola” untuk menutupi pembicaraan yang berhubungan dengan orientasi seksual tersebut.

Media Sosial

Percaya atau tidak, media sosial juga memegang peranan penting dalam pertumbuhan kaum gay dan lesbian di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Perkumpulan atau komunitas gay dan lesbi di Indonesia ini bahkan bisa menjadi faktor utama pembentukan karakter lesbian pada remaja.

Tags: