Mengapa Bambu dijadikan Senjata Saat Melawan Penjajah ?

2488 views

Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60cm (24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam.

Mudah di tanam

Seperti yang Kita tahu bahwa Bambu cukup mudah di tanam dan tumbuh di Indonesia. Pertumbuhan bambu ini juga dapat dikategorikan cepat.

Sering digunakan untuk keperluan sehari-hari

Seperti yang Kita ketahui, tangan orang-orang Indonesia merupakan tangan-tangan yang kreatif. Dari bambu bisa tercipta bentuk apa saja dari bambu mulai dari pagar rumah sampai kursi dan lainnya.

Tidak akan Ditangkap jika Anda membawanya di jalan

Ketatnya penjagaan selama masa penjajahan membuat siapa saja yang membawa senjata pasti akan kena hukuman. Tetapi jika rakyat membawa bambu tidak mungkin penjajah akan menginterogasi . Sepertinya sekarang masih begitu, Agan tidak akan masuk bui kalo cuma bawa bambu. Kecuali agan nusuk orang.

Untuk Beli senjata sangat mahal

Dengan keadaan Ekonomi yang sulit pada masa itu, tidak mungkin harus mendahulukan membeli senjata daripada makanan (sedangkan makanan saja sulit), jadi bambu yang diruncingkan merupakan altrnatif yang sangat baik.

Jika Tertusuk, tidak langsung tewas

Jika tertusuk bambu runcing, misalkan di bagian perut, korban akan tewas secara perlahan-lahan dengan sakit yang luar biasa dan kemudian kehabisan darah dalam 3 jam mungkin ini juga yang bikin ciut penjajah, tewas pelan2 dengan sakit yang semakin lama semakin berlipat.


loading...

Wanwan Max
Hanyalah orang biasa (bukan luar biasa), pendiam (tapi banyak omong), suka hal-hal yang menarik (ya iya lah, kalo gak menarik gak mungkin suka dong...), dan asik juga kalo diajak ngobrol (kalo udah kenal sih....) apalagi diajak makan-makan bareng... Hehehe... (tapi dibayarin)