Makna Filosofis di Balik Pura, Sarung, dan Sesajen di Pulau Bali

Salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia, Bali memiliki keindahan alam yang eksotis. Beberapa keunikan yang bisa ditemui di setiap sudut pulau ini, seperti pura, kain sarung dan payung, serta sesajen.

Pura Taman Saraswati

Pulau ini memang dikenal dengan Pulau Seribu Pura atau Pulau Dewata.

Di seluruh sudut Pulau Bali, wisatawan baik lokal mancanegara bisa menyaksikan pura dengan hiasan kain sarung kotak-kotak dan payungnya, serta sesajen bunga. Paket ini pun menjadi hiasan yang unik sebagai bagian dari wisata sejarah dan religi yang menyatu menambah hiasan keindahan alam tersendiri. Inilah yang membedakan Pulau Bali dengan pulau lainnya. Anda tidak akan bisa menemui pura sebanyak yang ada di Pulau Bali.

Begitu tiba di Pulau Bali, Anda langsung disambut dengan gapura yang berbentuk pura di pintu gerbang bandara. Pura, kain kotak dan payung, serta sesajen yang akhirnya menjadi landmark Pulau Bali yang mengedukasi pengunjung.

Kondisi ini juga membuat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara menjadi bertanya-tanya, apa makna sebenarnya dari sesajen yang sudah menjadi tradisi turun menurun di Bali?

Sesajen

sesajen

Sesajen bunga merupakan tradisi dari agama Budha dan Hindu, yang bertujuan untuk memuja dewa, roh, serta penunggu tempat seperti batu, pohon besar, persimpangan jalan, dan kendaraan agar berkah, menolak bala dan supaya terkabul keinginannya.

Pura

canang bali

Lalu apa makna khususnya bila sesajen tersebut diletakkan di pura? Sesajen yang diletakkan di pura juga untuk kepentingan ibadah. Di pura, sesajen atau sering disebut dengan canang ini diletakkan di altar yang tinggi, untuk menghormati dewa dan arwah para leluhur. Sedangkan bila canang diletakkan di bawah dan biasanya berisi daging mentah, bertujuan untuk mengusir roh jahat.

Sesajen sederhana dipersembahkan setiap hari, sementara sesajen istimewa dipersiapkan untuk acara keagamaan tertentu. Ada mitos bahwa bila pengunjung menginjak atau menendang sesajen akan bernasib sial. Benar atau tidaknya tentang mitos ini, mengajarkan pada kita untuk selalu menghormati adat dan kepercayaan di tempat yang kita datangi.

Sarung / Kain Kotak-kotak

Saput Poleng

Kain kotak-kotak yang menjadi bagian dari adat dan kehidupan masyarakat Bali ini, kain ini disebut sebagai Saput Poleng yang juga bisa ditemukan hampir di setiap sudut di Bali, terutama di pura, patung, bangunan, serta sebagai busana dalam acara khusus. Bagi masyarakat Bali, kain ini mempunyai fungsi khusus dan istimewa, yang menyiratkan makna filosofis.

Makna filosofis Saput Poleng adalah sebagai refleksi dari kehidupan masyarakat baik dan buruk, yang dalam agama Hindu disebut Rwa Bhineda. Dua sifat yang bertolak belakang, yakni hitam-putih, atas-bawah, baik-buruk, dan suka-duka.


loading...

Yoga Saputra
Aku biasa aja sih, hanya anak orang biasa yang suka sama hal-hal yang luar biasa !