Fenomena Langka Kuburan Preman Mengeluarkan Cahaya

2315 views

Fenomena Langka

Preman kampung yang biasanya bikin onar kedapatan mati dirumahnya setelah pesta miras bersama gengnya. Wargapun kemudian memandikan, mekapani dan mengubur preman tersebut. Fenomena Langka itu baru terjadi setelah malam harinya, dari dalam kuburan preman kampung tersebut keluar cahaya yang sangat terang menuju kelangit. Dan kejadian itu sempat dilihat seorang warga, kemudian dengan terengah-engah diia memberitahukan berita ini kepada warga lainnya. Secara berbondong bondong penduduk kampung pun mendatangi kuburan preman tersebut. Mereka pun tidak percaya apa yang mereka lihat. Cahaya yang sangat terang memancar dari dalam kuburan preman menuju angkasa.
Keesokan harinya cerita itu menyebar dari kampung kekampung. Banyak penduduk kampung yang mengkramatkan makam preman tersebut, ada yang melilitkan kain kuning diatas nisan tersebut, menaruh kembang dan sebagainya dengan tujuan mencari berkah.

Kejadian ini tentu saja ini meresahkan para pemuka agama setempat, mereka berpikir mustahil seorang preman yang semasa hidupnya berbuat maksiat dan dosa ketika matinya kuburannya mengeluarkan cahaya terang. Kemudian pemuka agama dan tetua kampung mengadakan musyawarah, untuk mencegah kemusyrikan dan hal hal yang tidak diinginkan, maka diputuskanlah untuk membongkar makam preman tersebut.
Pada hari yang telah ditentukan, masyarakat berduyun duyun datang kepemakaman umum tempat kuburan preman yang dikramatkan itu untuk menyaksikan pembongkaram makam. Setelah makam tersebut dibongkar, semua yang ada dimakam tersebut geleng geleng kepala dan tersenyum.

T E R N Y A T A,

Ternyata lampu senter milik penggali kubur tertinggal dan dalam posisi menyala…

@andaikatacom


loading...

Tags:
Wanwan Max

Hanyalah orang biasa (bukan luar biasa), pendiam (tapi banyak omong), suka hal-hal yang menarik (ya iya lah, kalo gak menarik gak mungkin suka dong…), dan asik juga kalo diajak ngobrol (kalo udah kenal sih….) apalagi diajak makan-makan bareng… Hehehe… (tapi dibayarin)